Semua yang perlu kamu tahu — disajikan sejelas mungkin
| Bagian | Fungsinya |
|---|---|
| Judul | Nama teks |
| Orientasi | Pembuka — perkenalkan topik & waktu mulai |
| Urutan Peristiwa | Isi utama — cerita urut dari awal sampai akhir |
| Reorientasi | Penutup — simpulan atau komentar penulis |
kemudian, lalu, setelah itu, akhirnya, selanjutnyapada tahun 1876, di abad ke-20, saat itumenemukan, menciptakan, mengembangkan, membangun| Bagian | Isi |
|---|---|
| Pernyataan Umum | Kenalkan fenomenanya — apa yang akan dijelaskan |
| Deretan Penjelas | Proses sebab-akibatnya — kenapa dan bagaimana itu bisa terjadi |
| Penafsiran | Simpulan atau interpretasi akhir penulis |
menguap, mengalir, bereaksi, menyebabkanketika, saat, setelah, sebelumkarena, sehingga, akibatnya, oleh sebab itudiakibatkan, disebabkan, dipicu, dihasilkanا (alif), و sukun, ي sukunقَالَ, يَقُوْلُ, قِيْلَ| Istilah | Artinya |
|---|---|
| Qadha | Ketetapan Allah sejak sebelum segala sesuatu ada (azali) |
| Qadar | Wujud nyata ketetapan itu yang kita rasakan dalam kehidupan |
| Takdir Mubram | Takdir yang pasti terjadi dan tidak bisa berubah — contoh: kematian, jenis kelamin saat lahir |
| Takdir Mu'allaq | Takdir yang bisa berubah tergantung usaha kita — contoh: nilai ujian, kesehatan, rezeki |
| Istilah | Artinya | Contoh |
|---|---|---|
| Recycle | Daur ulang biasa — sampah diolah jadi bahan baru | Botol plastik → biji plastik baru |
| Upcycle | Daur ulang kreatif — barang lama diubah jadi sesuatu yang lebih bernilai | Botol kaca bekas → vas bunga cantik |
| Subjek | Auxiliary | Contoh Kalimat |
|---|---|---|
| I / You / We / They | have | I have recycled the bottles. |
| He / She / It | has | She has upcycled old jeans. |
have/has + not + V3 → She hasn't eaten yet.Have/Has + S + V3? → Have you seen that movie?already, yet, ever, never, just, since, for| Kalimat Aktif | Kalimat Pasif |
|---|---|
| People recycle plastic. | Plastic is recycled by people. |
| They made this from waste. | This was made from waste. |
| The teacher checks the test. | The test is checked by the teacher. |
| The police caught the thief. | The thief was caught by the police. |
| Struktur | Isi |
|---|---|
| Goal / Title | Apa yang ingin dilakukan atau dibuat |
| Materials / Ingredients | Bahan atau alat yang dibutuhkan |
| Steps / Methods | Langkah-langkah urut cara melakukannya |
Add, Mix, Boil, Press, ClickFirst, Then, Next, After that, Finallycarefully, slowly, gently| Presiden | Fokus Pembangunan |
|---|---|
| BJ Habibie (1998–1999) | Pemulihan pasca krisis 1998, kebebasan pers, desentralisasi, referendum Timor-Timur, pemilu multipartai pertama |
| Abdurrahman Wahid / Gus Dur (1999–2001) | Demokratisasi, dialog kebangsaan, pembubaran Departemen Penerangan & Sosial, kebebasan beragama, memperkuat otonomi daerah |
| Megawati (2001–2004) | Stabilitas politik & keamanan, privatisasi BUMN, penyelesaian konflik Aceh & Papua |
| SBY (2004–2014) | Pemberantasan korupsi (penguatan KPK), infrastruktur, PKH & BLT untuk rakyat miskin, pertumbuhan ekonomi stabil |
| Joko Widodo (2014–2024) | Pembangunan infrastruktur masif (tol, bandara, pelabuhan, kereta cepat), dana desa, kartu sakti (KIP, KIS, KKS) |
| Indikator | Kepanjangan | Artinya |
|---|---|---|
| PDB | Produk Domestik Bruto | Total nilai barang/jasa yang diproduksi di dalam wilayah Indonesia — termasuk yang dibuat warga asing |
| PNB | Produk Nasional Bruto | PDB + hasil warga Indonesia di luar negeri − hasil warga asing di Indonesia |
| PDRB | Produk Domestik Regional Bruto | Versi PDB untuk tingkat daerah/provinsi — dipakai untuk mengukur kemajuan ekonomi suatu wilayah tertentu |
| Istilah | Penjelasannya |
|---|---|
| Bonus Demografi | Kondisi ketika penduduk usia produktif (15–64 tahun) jauh lebih banyak dari yang tidak produktif. Indonesia mengalami ini sekitar 2020–2030. Ini peluang emas jika kualitas SDM-nya memadai. |
| Industri Strategis | Industri penting yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat dan pertahanan negara. Contoh: PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, Pertamina, PLN. |
| Tantangan | Penjelasan |
|---|---|
| ⚖️ Ketimpangan Pembangunan | Kesenjangan masih besar antara Jawa & luar Jawa, desa & kota, serta antar kelompok pendapatan. Infrastruktur dan layanan publik belum merata di seluruh Indonesia. |
| 🎓 Kualitas Pendidikan & Kesehatan | Angka putus sekolah masih ada, kualitas guru tidak merata, dan akses layanan kesehatan di daerah terpencil masih terbatas — menghambat peningkatan kualitas SDM. |
| 🏛️ Ketidakstabilan Politik & Birokrasi | Korupsi, birokrasi lambat, dan perubahan kebijakan yang tidak konsisten membuat investor ragu dan pembangunan jadi tidak efisien. |
A = ρ × L / R| Seri | Paralel | |
|---|---|---|
| R total | R = R₁ + R₂ + R₃ | 1/R = 1/R₁ + 1/R₂ + 1/R₃ |
| Arus (I) | Sama di semua hambatan | Berbeda di tiap cabang |
| Tegangan (V) | Berbeda di tiap hambatan | Sama di semua hambatan |
| Cara | Caranya | Kutub yang Terbentuk |
|---|---|---|
| Gosokan | Gosok besi dengan magnet searah, berulang kali | Ujung terakhir digosok = kutub berlawanan dari kutub magnet yang dipakai |
| Induksi | Dekatkan besi ke magnet (tanpa kontak langsung) | Ujung yang dekat magnet = kutub berlawanan |
| Elektromagnetik | Lilitan kawat berarus pada inti besi (solenoid) | Ditentukan arah arus dengan kaidah tangan kanan |
| Jenis | Fungsi | Ciri |
|---|---|---|
| Step-Up | Menaikkan tegangan | Kumparan sekunder (Ns) lebih banyak dari primer (Np) |
| Step-Down | Menurunkan tegangan | Kumparan sekunder (Ns) lebih sedikit dari primer (Np) |
| Isim Maushul | Digunakan untuk | Artinya |
|---|---|---|
| اَلَّذِي | 1 orang/benda, laki-laki (mufrod mudzakkar) | yang (dia, laki-laki) |
| اَلَّتِي | 1 orang/benda, perempuan (mufrod muannats) | yang (dia, perempuan) |
| اَللَّذَانِ | 2 orang, laki-laki (mutsanna mudzakkar) | yang (keduanya, laki-laki) |
| اَللَّتَانِ | 2 orang, perempuan (mutsanna muannats) | yang (keduanya, perempuan) |
| اَلَّذِيْنَ | Banyak orang, laki-laki (jamak mudzakkar) | yang (mereka, laki-laki) |
| اَللَّاتِي | Banyak orang, perempuan (jamak muannats) | yang (mereka, perempuan) |
Sudah selesai membaca materi? Yuk, uji pemahamanmu!
| Sumbu Cermin | Rumus Bayangan |
|---|---|
| Sumbu X (y = 0) | (x, y) → (x, −y) |
| Sumbu Y (x = 0) | (x, y) → (−x, y) |
| Garis y = x | (x, y) → (y, x) |
| Garis y = −x | (x, y) → (−y, −x) |
| Titik asal O(0, 0) | (x, y) → (−x, −y) |
| Sudut Rotasi | Rumus Bayangan |
|---|---|
| 90° berlawanan jarum jam (CCW) | (x, y) → (−y, x) |
| 90° searah jarum jam (CW) | (x, y) → (y, −x) |
| 180° | (x, y) → (−x, −y) |
| 360° | (x, y) → (x, y) — kembali ke posisi awal |
| Peristiwa | Penjelasan |
|---|---|
| BPUPKI dibentuk | 29 April 1945. Diketuai Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Tugasnya: mempersiapkan kemerdekaan. |
| Sidang Pertama BPUPKI | 29 Mei – 1 Juni 1945. Membahas dasar negara. Tokoh pengusul: Moh. Yamin (29 Mei), Soepomo (31 Mei), Soekarno (1 Juni = hari lahir Pancasila). |
| Panitia Sembilan | Dipimpin Soekarno, menghasilkan Piagam Jakarta (22 Juni 1945) — cikal bakal Pembukaan UUD. |
| Penetapan Pancasila | 18 Agustus 1945. PPKI mengesahkan UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara. |
| Fungsi | Artinya |
|---|---|
| Dasar Negara | Landasan hukum penyelenggaraan negara — semua peraturan harus sesuai Pancasila |
| Pandangan Hidup Bangsa | Pedoman perilaku dan nilai-nilai yang dipegang bangsa Indonesia |
| Ideologi Terbuka | Tidak kaku — bisa menyesuaikan perkembangan zaman tanpa mengubah nilai dasarnya |
| Era | Implementasi |
|---|---|
| Orde Lama | Ditafsirkan sesuai kepentingan Soekarno (konsep Nasakom) |
| Orde Baru | P4 (Pedoman Penghayatan & Pengamalan Pancasila) — namun juga dijadikan alat kekuasaan |
| Reformasi | Lebih demokratis — kebebasan berpendapat dan HAM lebih diperhatikan |
ا alif — didahului fathah. Contoh: قَالَو waw sukun — didahului dhammah. Contoh: يَقُوْلُي ya' sukun — didahului kasrah. Contoh: قِيْلَخَوْف (khauf), بَيْت (bait).| Jenis | Kondisi | Panjang |
|---|---|---|
| Mad Shilah Shughra | Ha' dhamir (ه) tidak diikuti hamzah di kata berikutnya | 2 harakat |
| Mad Shilah Kubra | Ha' dhamir diikuti hamzah di kata berikutnya | 4–5 harakat |
| Qamariyyah | Syamsiyyah | |
|---|---|---|
| Cara baca lam | Lam dibaca jelas (Iẓhar) | Lam dilebur ke huruf berikutnya (Idgham) |
| Tanda pengenal | Ada sukun pada lam (لْ) | Huruf setelah lam bertasydid |
| Contoh | الْقَمَرُ، الْبَيْتُ | الشَّمْسُ، الرَّحْمٰنُ |
| Nama Mad | Kondisinya | Panjang |
|---|---|---|
| Mad Ashliy | Huruf mad, tidak ada gangguan | 2 harakat |
| Mad Wajib Muttashil | Mad + hamzah, satu kata | 4–5 harakat |
| Mad Jaiz Munfashil | Mad + hamzah, kata berbeda | 2–5 harakat |
| Mad Badal | Hamzah diganti huruf mad | 2 harakat |
| Mad Lazim Kalimi Mutsaqqal | Mad + tasydid, satu kata | 6 harakat |
| Mad Lazim Kalimi Mukhaffaf | Mad + sukun asli, satu kata | 6 harakat |
| Mad 'Aridh Lis Sukun | Mad + sukun karena waqaf | 2 / 4 / 6 harakat |
| Mad Liin | Huruf lin + sukun karena waqaf | 2 / 4 / 6 harakat |
| Mad Iwadh | Tanwin fathah (ـً) saat waqaf | 2 harakat |
| Mad Thabi'iy Harfiy | Huruf muqatha'ah 2 huruf | 2 harakat |
| Mad Lazim Harfiy | Huruf muqatha'ah 3 huruf | 6 harakat |